Minggu, 05 Juni 2016

"Hanya Jika"-Ku

Secara tiba-tiba.. malam ini sekelebat bayangan masa depan lewat di dalam pemikiranku. Pertanyaan-pertanyaan retorik yang ujungnya sudah pasti tidak akan pernah aku temui, lagi-lagi mengambang naik ke permukaan rasa.
Bisa nggak, ya, aku lulus dari jurusan ini suatu hari nanti? Apakah akan benar-benar ada hari dimana aku diwisuda di hadapan kedua orangtuaku dan dengan bangga menyandang gelar seorang arsitek? Apa seorang aku bisa menyelesaikan kuliah jurusan serumit ini? Apa aku benar-benar akan bertahan sampai nanti tugas akhir dan melalui masa-masa paling suram yang banyak dosenku bilang? Benarkah aku akan benar-benar menghadapinya? For real? To be sure?
Tapi, ada satu sudut di hatiku yang bilang.. bahwa cepat atau pun lambat, aku pasti berhenti.
Karena ini semua tentang seorang aku.
Malam ini aku hampir putus asa.. karena seingin ini aku tau tentang masa depanku. Seingin ini aku melihat langsung apa yang akan terjadi di 2-5 tahun kedepan. Aku benar-benar ingin merasa takut sekarang atau nyaman sekarang. Aku benar-benar ingin tau kejelasannya. Karena posisiku yang diambang titik antara ini.. semakin kalap memaksaku membayangkan sendiri jawabannya.
Mereka bilang, karena aku sudah melangkah sejauh ini.. makanya aku harus bertahan. Toh, semua orang mengalaminya dan ada banyak orang yang berhasil. Kenapa aku tidak bisa? Dan lagi, aku juga harus mengingat tuanya umurku saat ini. Betapa terlambatnya aku jika ku mulai ini semua dari sekarang.
Ya, semudah itu. Aku pun tau itu benar.
Tapi, mereka lainnya bilang, mumpung aku baru melangkah sejauh itu.. makanya aku harus secepatnya keluar dari dunia yang bukan mauku. Karena hidup hanya sekali, dan karena aku masih semuda ini. Mereka hanya tidak ingin aku terlambat.
Ya, itu pun tidak salah.
Sayangnya.. aku tidak seberani itu untuk mengambil resiko dan peluang yang terbuka bersamaan dan menjadi satu paket dalam bungkusan bernama keputusan. Dan karena aku masih belum bisa memprediksi apa yang lebih mungkin terjadi di masa depanku.. aku pun semakin ragu.
Jadi, hanya jika.. sekali saja. Tuhan membuka bathinku dilapisan sepersekian.. dan membiarkanku mengintip masa depanku untuk menjadi lebih lega atau bisa juga untuk menjadi lebih waspada.. hidupku mungkin tidak akan serumit ini. Ya, kan?
Lagi.. sayangnya, hidup tidak selalu berjalan seperti apa yang kita inginkan. Dan dalam kamusku malah.. hidup SELALU berjalan sesuai dengan apa yang TIDAK aku INGINKAN. Lucu, bukan?
Malam ini aku menemukan pertanyaan sarkastik-ku terasa miris dipandang. Dan hidupku pun terasa semakin menyedihkan dirasa. Karena aku tau persis.. “hanya jika”-ku itu adalah kemustahilan.

Jadi, bisa apa aku?

Rabu, 01 Juni 2016

About Love



“After all, love is about timing. If you don’t say the right thing at the right moment—no matter how much fate was involved in this relationship—everything will be ruined. Even if you regret it, it’ll be too late.”

-Someone


Jumat, 27 Mei 2016

Let It Flow..

Let it flow, katanya..
Mungkin itu artinya masih ada waktu season duaku? Masih ada lagi masa-masa tarik ulur yang menggemaskan, tapi sekaligus juga terasa miris? Masih ada lagi nantinya masa-masa dimana aku merindukanmu, dan kamu pun merindukanku? Masih akan ada lagi masa ulangan dimana akan kamu pertanyakan lagi perasaan kasih sayang aku ini tulus atau semu? Atau rasa sayang yang berbeda dari tafsir banyak orang tentang kasih sayang antara laki-laki dan perempuan? Apa masih ada lagi kesempatan bagiku untuk mengulang kejadian yang aku sesali hasilnya? Memperbaiki lagi responku dalam menghadapi tantanganmu untuk menunjukkan bahwa benarkah aku yang menyayangimu lebih dari siapapun? Dan meyakinkanmu bahwa akulah yang benar-benar ada disini untukmu, bukan hanya lewat kata manisku, melainkan juga lewat nyatanya kepedulianku?
Tapi, bisa juga arti dibaliknya sangat berkebalikan dengan persepsiku. Apa aku akan bertemu dengan masa dimana ketakutanku menjadi kenyataan? Dimana jemarimu bergenggaman dengan jemari perempuan lain yang jauh—jauh—lebih sempurna dibandingkan aku? Apa aku akan menyesal sejadi-jadinya karena tidak memperjuangkan seseorang yang seharusnya aku perjuangkan? Dan apakah malah akan tiba saatnya dimana aku menangis seorang diri karenamu dan karena takdir yang mengatakan bahwa kita tidak akan pernah bisa menjadi benar-benar ‘kita’?
Let it flow, pesannya. Aku hanya diminta untuk menjalani semua apa adanya.
Tapi, aku sakit jika harus menunggu lagi abu-abunya masa depan. dan jika ia berkata begitu, maka harus bagaimana aku? Jadi, aku harus menikmati perasaan ini? Menghadapi lagi kesakitanku menunggu seseorang yang sebenarnya aku yakini.. tidak akan bisa menjadi bagian dari ceritaku?
Dan.. lagi-lagi, aku hanya bisa menyalahkan hidupku sendiri.
Kenapa aku sepayah ini? Kenapa aku bukanlah orang hebat yang bisa orang lain bicarakan dengan bangga jika ia mengenalku? Kenapa aku bukanlah siapa-siapa?
Sementara kamu adalah seseorang. Sebenar-benarnya seseorang. Yang harganya jauh diatasku. Yang tempatnya jauh dari jangkauanku. Yang menurutku.. akan tidak adil rasanya jika kamu diberikan seorang aku.
Seandainya jika.. aku cukup berharga.. mungkin aku bisa bertahan dan berjuang.
Tapi, aku tau bahwa.. jodoh kita adalah cerminan pribadi kita. Lantas, aku bisa apa? Sementara takdirku separah ini. Sementara hidupku sekonyol dan sesia-sia ini.
Jadi, aku bisa apa?

Let it flow, katanya..

Rabu, 11 Mei 2016

1.095 Hari

Aku kangen hari itu.
Hari dimana kita masih menjadi dua, tiga, atau bahkan puluhan manusia yang bersahabat dan berikatan dalam ukhuwah Islamiyah. Hari dimana aku masih merasa paling tahu banyak tentangmu, tentang kita. Hari dimana masih saja banyak cerita yang bisa kita bagi dan kita nikmati bersama. Hari dimana aku masih bisa tersenyum lebih tulus dan merangkulmu dengan nyaman tanpa perlu merasa ada yang aneh.
Tapi kini aneh.
Hari lalu, satu dari banyaknya sahabat seperjuanganku yang dulu.. duduk di sampingku, persis seperti beberapa tahun yang lalu. Dengan penampilan kita yang agak berbeda, namun masih dengan nama yang sama, yakni aku dan kamu.
Tapi hari itu, bagiku kita benar-benar berbeda. Aku tidak bisa lagi menceritakan banyak hal dengan nyaman denganmu. Ada rasa asing saat menatapmu lagi. Karena kita sudah berpisah sekian lama.
Tapi sejenak, aku ingin lupa.
Pagi ini, aku hanya ingin melupakan sejenak bahwa hari yang aneh itu pernah ada. Aku hanya ingin mengingat bahwa hanya pernah ada hari-hari selama tiga tahun lamanya, setiap 24 jam selama sehari.. aku bertemu denganmu dan melalui banyak hal menyenangkan bersama. Aku hanya ingin mengingat bahwa kita bersahabat. Membayangkan betapa menyenangkannya jika bertemu lagi denganmu dan bernostalgia tentang kisah lama.
Ingatkah kamu? Teriknya matahari siang Kota Bogor dan es krim trico berwarna-warni yang asik kita santap di tangga aula? Kita punya rahasia berdua dibalik kegiatan itu, kan? Masihkah kamu mengingatnya?
Atau ingatkah kamu saat kita ribut mencari piring untuk mendapatkan lauk-pauk full tanpa perlu merasa kecewa kehabisan makanan? Setiap harinya adalah perjuangan, kan? Dan betapa bangganya kita saat bisa membawa nasi dengan lauknya untuk dimakan berdelapan anak dalam sebuah kamar di asrama Khadijah? Aku masih saja merindukan makanan khas Al-Kahfi.
Ah ya, parahnya.. aku masih ingat bagaimana kita berangkat menuju masjid bersama-sama dengan gegap gempita, penuh canda tawa. Tapi itu saat kita tidak terlambat shalat berjamaah.. lalu, ingat saat kita terlambat bersama? Aku masih ingat saat hampir habisnya nafasku karena berlalu memutari lapangan sehabis shalat yang telat berjamaah satu rakaat. Tapi nafasku habis bukan hanya karena aku berlari, melainkan juga karena kita masih saja sempat bercanda bersama sambil berlari dan tertawa dengan lepasnya. Akan aneh jika 0rang lain kangen berlari karena hukuman. Tapi, aku hari ini, merindukan kegiatan kita itu yang dulu hampir terjadi setiap hari.
Hal lainnya.. aku belum pernah mengatakan ini padamu. Tapi, kamulah yang membuatku terbiasa bangun sebelum shubuh dan mandi agar bisa berangkat ke kelas bersama-sama. Walaupun kita berbeda kelas, namun hampir selalu kita menyempatkan diri berangkat bersama-sama ataupun bertemu bersama dikelas nanti. Aku ingin lagi berusaha untuk selalu bersama denganmu. Karena bersamamu, aku selalu menemukan lagi kenangan manis baru dalam hidup. Hampir setiap harinya.
Ada juga kenangan pahit saat kita saling bermusuhan. Rasanya sulit sekali tidak berbicara dengan seseorang yang 24 jam kita temui, bahkan dalam satu kamar. Dan sedih sekali melihatmu menjauh. Berusaha mencari topik lain dengan orang lain untuk menghindariku. Tapi saat hari ini aku mengenang lagi hari-hari penuh derita itu.. aku bisa tersenyum karena kenangan itu dirasa manis saat ini. Kau tau, betapa anehnya aku. Makanya jangan heran jika hari ini aku mengatakan bahwa aku rindu bermusuhan denganmu.
Banyak sekali hal yang aku rindukan tentang kita. Dan aku tak hanya merindukan hari-hari itu..
“mosvigen”, aku rindu kalian semua.
Tapi tahu diriku mengatakan padaku bahwa kita tidak akan pernah sama lagi. Dan aku menyadarinya secara gamblang saat hari kemarin.. kita duduk berdampingan. Tapi hatiku terasa asing.
Yang tengah duduk berdua ini, benarkah kita? Yang aku panggil namamu itu benarkah kamu? Kenapa rasanya sangat berbeda? Ajaibnya.. aku langsung merasa bahwa tiga tahun penuh bersama 24 jam dalam kamar yang sama.. hanyalah mimpiku. Aku merasa bahwa itu mungkin hanyalah khayalanku. Bahwa kita tidak pernah sedekat itu. bahwa kita tidak pernah senyaman itu bersahabat.
Beginikah tujuan dari perpisahan?
Aku tahu bahwa penyesalan adalah sikap yang buruk. Menyesal adalah tabiat yang salah. Tapi, hari ini—maafkan aku, Tuhan—aku menyesal. Karena berpisah denganmu lebih cepat. Dan berpisah sekian jauhnya. Terlebih.. sebelum aku sempat membuat kenangan manis bersamamu sebanyak-banyaknya di sekolah ajaib itu.
Tapi, aku tidak menyesal pernah bertemu denganmu dan aku tidak menyesal bertemu denganmu lagi dalam situasi semacam itu. jadi, tetap kukatakan terima kasihku atas pertemuan. Karena pertemuan adalah anugrah-Mu yang tidak akan pernah aku abaikan.
Hanya saja.. semoga kita bisa kembali seperti dulu. Bersahabat, selalu bersama, seperjuangan dalam memperjuangkan Jannah-Nya. Dan semoga tidak akan pernah ada lagi hari aneh semacam itu. tidak akan pernah ada lagi keasingan di antara kita.

Aamiin.

Rabu, 23 Maret 2016

Perihal Kasta

Hi guys! Hari ini biarkan aku menyebarkan kebaikan tentang hidup. Mencoba mencegah satu saja manusia untuk menyakiti manusia lain berdasarkan pengalaman hidupku sendiri.
Aku pingin bicara sepatah dua patah kata tentang kasta.
Kasta, ya.. mungkin kalian akan bicara bahwa kata itu udah kuno dan kita sekarang hidup dizaman pemerataan status. Tapi, pada kenyataannya.. aku tau, pun kalian tau. Bahwa masih banyak terjadi.. manusia yang mengecilkan manusia lain karena merasa dirinya lebih baik daripada orang itu. Dan merasa ia berhak melakukannya karena orang itu tidak ada apa-apanya.
Aku nggak akan bicara hal-hal besar. Hanya.. coba kita kembali menilai diri sendiri sejenak. Pernahkah ada sekilas perasaan merasa orang lain lebih rendah dari kita? Aku tau, itu sifat alamiah manusia yang Tuhan udah beri pada masing-masing hati, yakni kesombongan. Dan aku tau bahwa masing-masing kalian menyadari.. ada yang salah dengan kesombongan. Tapi, pasti masih ada seseorang yang membiarkan perasaan sombongnya itu, yang sekilas muncul saat melihat keadaan orang lain yang lebih payah dari kita itu.. berlarut-larut dan berkembang semakin besar dihatinya sehingga tindakannya dalam menghadapi orang lain, akan salah.
Bahkan tindakan kecil semacam gerakan tubuh atau arah pandang. Kamu nggak akan tau.. bahwa bahasa tubuh semacam itu bisa saja mengubah jalan hidup seseorang. Kamu nggak akan tau.. perasaan besar kepalamu itu bisa saja menghancurkan hati seseorang dan membuatnya memilih jalan yang salah untuk hidupnya. Kamu nggak akan pernah tau.. bahwa dengan menikmati kesombonganmu bisa aja kamu udah membunuh seseorang secara perlahan.
Bagus jika orang yang kamu anggap rendah itu menjadikanmu motivasinya dan membuatnya menjadi lebih baik. Tapi jika itu justru semakin membuatnya jatuh?
Dan tidak hanya dia yang jatuh.. justru kamulah orang pertama yang jatuh. Jatuh derajatnya dimata Tuhan. Sehingga yang tadinya Tuhan menegaskan bahwa semua manusia itu sama rata dihadapan-Nya.. Ia akan menurunkan derajatmu dihadapan-Nya.
Jadi.. tolong, jangan mengecilkan status siapapun. Berbuat baiklah selama bisa. Mereka yang kamu kecilkan itu sama-sama bernafas, sama-sama memiliki apa yang kamu miliki untuk bertahan hidup, mereka juga sama-sama makhluk-Nya.
Dan hiduplah menjadi orang yang lebih baik. Tidak ada yang membuatmu untung dengan kesombongan. :’)
Lets do better. Lets make the better world for all of us. :)

Aku bisa berkata begini.. bahwa aku pernah berada dikecilkan seseorang *ahaha curhat XD
Dan itu rasanya sakit banget.. beneran. Merasa nggak berdaya karena kita emang nggak punya apa-apa untuk dibanggakan. Dan semakin jatuh karena tidak melawan sikap semena-mena seseorang. Itu bener-bener tindakan yang membunuh secara perlahan.
Tiap manusia pasti pernah mengalami titik jatuh terdalam. Dan aku mengalaminya bukan karena Tuhan membuatku mengalaminya, seperti misal karena suatu musibah yang membuatku kehilangan harta atau nyawa seseorang. Aku mengalaminya karena tindakan simple seseorang yang mengatakan dengan bahasa tubuh dan lisannya bahwa aku bukan siapa-siapa. Bahwa aku tidak akan bisa menjadi siapa-siapa.
Aku menulis ini.. karena aku bener-bener nggak mau ada manusia lainnya yang merasakan perasaan seburuk itu.
Makanya, tolong berhenti mengecilkan seseorang dan berbaik hatilah :)
Udah, sih, guys.. itu aja. Aku cuma tiba-tiba kembali ngerasain sakit hatiku yang dulu yang sebenernya udah sembuh. Tapi karena sebuah memori nggak akan hilang—kecuali kita hilang ingatan—jadi aku nggak bisa mencegah saat ingatan tentang perasaan sakit itu kembali muncul. :’)
Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin

Then, bubbye {}

Harta Jawa Barat; Bapak Ahmad Heryawan

Dr. (H. C) H. Ahmad Heryawan, Lc.—atau yang biasa disapa Kang Aher—adalah seorang Gubernur Jawa Barat yang telah menjabat selama delapan tahun dan dalam masa jabatannya, beliau telah meraih segudang prestasi yang menjadikannya sebagai figur Gubernur berprestasi. Beliau lahir di Sukabumi, Jawa Barat, pada tanggal 19 Juni 1966.



Awal mula langkah Kang Aher terjun ke dunia politik adalah saat ia bergabung dengan Partai Keadilan—yang kini bernama Partai Keadilan Sejahtera—dan terpilih menjadi salah satu anggota legislatif Provinsi DKI Jakarta pada tahun 1999. Usai pemilu 2004, Kang Aher menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2004-2009. Pada tahun 2011, Kang Aher dinobatkan sebagai tokoh perubahan oleh sebuah media cetak nasional. Dan pada tahun 2012, Kang Aher dicalonkan menjadi Gubernur Jawa Barat didampingi Deddy Mizwar. Sejak kepemimpinannya, Kang Aher telah meraih total 75 penghargaan untuk daerah Jawa Barat. Pada 2014, Kang Aher sempat dicalonkan sebagai perwakilan calon Presiden Indonesia dari Partai Keadilan Sejahtera bersaing dengan Anis Matta dan Hidayat Nur Wahid. Namun, akhirnya Partai Keadilan Sejahtera mendukung penuh pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Kang Aher sendiri menyatakan mendukung penuh pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa serta akan membantu mendulang suara di daerah Jawa Barat.
Sebagai seorang Gubernur Jawa Barat Kang Aher telah melakukan banyak tindakan perubahan untuk menata kembali dan memperbaiki sistem perekonomian, pembangunan, dan pendidikan Jawa Barat. Diantaranya beliau mengalokasikan 20% APDB untuk pendidikan di Jawa Barat dan tersebar ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Biaya pendidikan sekolah dasar dan menengah akan digratiskan, serta SLTA akan berkurang biayanya. Selain itu, pendidikan agama tidak luput dari perhatian Ahmad Heryawan selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, seperti membuka perkemahan santri pada bulan Desember 2008. Selain pendidikan formal, Kang Aher juga bergerak di pendidikan informal demi pemberantasan buta huruf dan memperbaiki kesejahteraan perempuan, serta peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, terutama bagi perempuan yang menikah di usia dini. Angka kematian ibu melahirkan di Jawa Barat ada pada kisaran 215 kematian setiap 100 ribu kelahiran per tahun. Angka itu menempatkan Jawa Barat pada posisi kedua tertinggi setelah Nusa Tenggara Barat. Pada bulan Juni 2009, Kang Aher melakukan upacara pelepasan 3000 mahasiswa Universitas Padjadjaran yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata selama satu bulan di berbagai tempat di Jawa Barat. Kang Aher juga mencanangkan program "Tabunganku" pada Februari 2010 yang ditujukan kepada para pelajar. Program ini menargetkan peningkatan jumlah nasabah dari kalangan pelajar SD hingga SMA dan sederajat untuk melatih mereka dalam mengelola keuangan serta sebagai langkah awal bagi masyarakat khususnya ekonomi menengah ke bawah dalam memanfaatkan produk-produkperbankan. Pada bulan April 2014 Kang Aher merencanakan pembangunan penginapan di Pusat Dakwah Islam, Jalan Diponegoro, Bandung. Hal ini dikarenakan fasilitas tersebut digunakan oleh para ulama dan pendakwah dari seluruh Indonesia sehingga penginapan diperlukan sebagai sarana akomodasi. Di bidang perguruan tinggi, Ahmad Heryawan berencana menambah enam perguruan tinggi baru di Indonesia dan menambah satu cabang untuk Institut Pertanian Bogor. Hal ini direncanakan karena rasio jumlah perguruan tinggi terhadap jumlah penduduk Jawa Barat relatif kecil, dan perguruan tinggi negeri di Jawa Barat cenderung menjadi favorit mahasiswa dari seluruh Indonesia sehingga jumlahnya harus diperbanyak. Untuk Pekan Olahraga Nasional ke 16 yang akan berlangsung di Jawa Barat, Kang Aher memilih maskot berdasarkan satwa khas Jawa Barat, yaitu monyet surili jawa (Presbytis comata). Primata ini berstatus spesies terancam oleh IUCN. Primata ini dipilih karena memiliki tanda ragawi yang mewakili kebersamaan sekaligus mengekspresikan realita yang sangat lekat dengan suku Sunda sebagai penopang inti masyarakat Jawa Barat.
Selain itu, dibidang infrastruktur Kang Aher telah menjadikan Sukabumi menjadi salah satu prioritas perbaikan infrastruktur di Jawa Barat pada tahun 2009. Jalan tersebut penting karena menjadi penghubung provinsi Jawa Barat dan provinsi Banten. Kang Aher juga bertekad memperbaiki seluruh jalan nasional di Jawa Barat sebelum puncak penggunaannya, yaitu bulan Ramadhan, dimulai. Selain infrastruktur jalan raya, Kang Aher juga berfokus pada penyediaan listrik bagi masyarakat dengan menetapkan program Jawa Barat Caang 2010. Kata caang sendiri berasal dari bahasa Sunda yang berarti "terang". Dengan program ini, jumlah jangkauan listrik oleh masyarakat di Jawa Barat diharapkan mencapai 100% dari angka sebelumnya pada tahun 2009 yang hanya 64.5%. Sistem pelelangan proyek dilakukan secara elektronik. Pada tahun 2014, Kang Aher mulai pembangunan infrastruktur transportasi massal monorel yang menghubungkan Kota Bandung dengan kabupaten di sekitarnya, serta alat pembakar sampah untuk mengatasi masalah sampah di Kota Bandung. Konstruksi monorel akan dimulai bulan Juli 2014. Bersama dengan Prancis, Kang Aher menjajaki kerja sama proyek diberbagai infrastruktur seperti pembangkit listrik dan rel kereta api. Detail bentuk kerja sama dan waktu pelaksanaannya belum dirumuskan secara rinci.
Lalu  langkah utama dibidang pertanian adalah penguatan fungsi Jawa Barat sebagai penghasil pangan nasional. Berbagai kucuran dana dikeluarkan untuk membantu kawasan yang dikategorikan miskin dan rawan pangan sehingga dapat bangkit dan memberikan kontribusi bagi kawasan sekitarnya. Bantuan ini terutama ditujukan kepada kelompok tani, yayasan, LSM, dan koperasi dengan melibatkan Badan Ketahanan Pangan Jawa Barat, Rumah Zakat Indonesia dan Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia. Kang Aher pun kerap kali mempertimbangkan kabar dan saran dari ahli seperti BMKG untuk membuat kebijakan dan himbauan kepada petani. Pada tahun 2014, beliau mendorong terbentuknya bank pertanian secara nasional. Bank pertanian yaitu bank yang memfokuskan diri dalam memberikan kredit di sektor pertanian dengan bunga yang terjangkau. Selama ini bank umum sulit memberikan kredit kepada pelaku usaha pertanian karena sektor ini adalah yang paling berisiko. Pada bulan April 2010 Kang Aher bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, membuka program minapolitan di Kabupaten Sukabumi. Pada bulan Juni 2014, Kang Aher mendapatkan penghargaan penghargaan Satya Lencana Wirakarya dibidang pertanian dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan ini diberikan karena Kang Aher dinilai mampu menyusun kebijakan dan regulasi tepat iklim untuk dunia usaha pertanian, perikanan, dan kehutanan, serta iklim investasi dan usaha yang tepat. Pada pekan Pencanangan Gerakan Agribisnis Perkebunan Jawa Barat, Kang Aher bergerak untuk menggalakkan kembali industri kopi Jawa Barat dengan memberikan bantuan satu juta bibit kopi kepada petani. Jawa Barat dikatakan cocok untuk menanam kopi karena fitur geografi yang berupa pegunungan dengan cuaca yang dingin. Berkat promosi oleh Kang Aher yang gencar hingga ke World Trade Organization, kualitas kopi Jawa Barat mendunia sehingga negara lain menginginkan dalam jumlah besar. Maroko, salah satunya menginginkan suplai hingga 3000 ton/tahun. Penanaman pohon kopi terus dilakukan hingga permintaan tersebut terpenuhi.  Pada tahun 2014, Jawa Barat mendapatkan penghargaan Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Provinsi Jawa Barat memenangkan penghargaan terbanyak, yaitu lima penghargaan dari 14 kategori, ditambah dua Grand Award. Penghargaan ini didapatkan dari upaya pengawasan produk pertanian dan makanan dari zat-zat berbahaya serta promosi produk pertanian yang dihasilkan pengusaha. Selain itu, pada masa pemerintahan Kang Aher, dibentuklah Website Priangan.org untuk membantu para petani dan masyarakat dalam memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di berbagai pasar di Jawa Barat. Website Priangan.org juga bertujuan untuk mencegah inflasi karena membantu petani dan konsumen untuk membuat keputusan mengenai kapan waktu yang tepat dalam melakukan jual-beli sehingga mencegah harga berfluktuasi terlalu tinggi. Website ini terintegrasi dengan telepon seluler dan bisa diakses melalui SMS.
 Kang Aher juga mengubah sistem tender proyek pemerintahan di Jawa Barat dari yang semula manual menjadi elektronik. Sistem ini disebut dengan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik dan diyakini paling aman untuk menghindari kemungkinan korupsi pada proses tender. Jawa Barat merupakan satu dari lima provinsi di Indonesia yang menerapkan sistem ini; provinsi lainnya yaitu Sumatera Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, dan Gorontalo. Selain itu, Kang Aher juga menata ulang tugas pokok, fungsi, dan rincian unit dan tata kerja Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Provinsi Jawa Barat melalui pembentukan peraturan Gubernur Jawa Barat no. 63 tahun 2009. Untuk mencegah korupsi dana bantuan sosial menjelang pemilu Presiden Republik Indonesia 2014, Kang Aher menandatangani kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Hal ini juga mencegah penyerapan dana bantuan sosial yang menurun disaat daerah lain berusaha mencegah penggunaan dana bantuan sosial agar tidak disalahgunakan partai politik tertentu. Pada masa pemerintahan Kang Aher, pemerintah daerah Jawa Barat mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan untuk tahun anggaran 2011, 2012, dan 2013. Dan masih banyak lagi penerapan kinerja Kang Aher yang membuktikan dedikasinya yang tinggi pada Indonesia.
Itulah serentetan prestasi Kang Aher selama masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat. Beliau telah menghasilkan banyak perubahan yang baik bagi pembangunan wilayah Provinsi Jawa Barat dan berhasil memberikan kontribusi besar pada pemerintahan Indonesia. Beliau bekerja sebagai pemimpin dengan hati dan jiwanya sehingga dapat dengan ikhlas bekerja keras menata Jawa Barat menjadi lebih baik. Masih banyak segudang prestasi Kang Aher lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Tapi, disamping hal-hal tersebut, kepribadian serta akhlak beliaulah yang membuat saya merasa bahwa beliau adalah politikus Indonesia yang cemerlang dan layak. Sifat beliau yang agamis, kecerdasan beliau, serta ketangkasan beliau dalam penataan pemerintahan Provinsi Jawa Barat sangatlah mengagumkan. Walau begitu, prestasi beliau masih kalah disorot oleh media sehingga membuat nama beliau kurang diperhitungkan. Padahal, jika masyarakat Indonesia mau banyak mencari tahu, Kang Aher merupakan pemimpin yang pantas untuk diperhitungkan dan salah satu dari politikus-politikus Indonesia yang benar-benar memberikan Indonesia “sesuatu hal”.

Sekian sedikit banyak hal tentang Kang Aher. Semoga dapat menambah pengetahuan dan khususnya; menambah kebanggaan serta kepercayaan pada pemimpin sekaligus politikus negara kita. :)

Selasa, 01 Maret 2016

Teruntuk: Mama

Oh Tuhanku.. malam ini, terima kasih karena telah memberikan kesempatan bagiku untuk bersyukur dengan tulus. Mensyukuri seseorang yang Engkau tempatkan untuk berada disisi terdekatku. Sejak aku lahir hingga aku sebesar ini.
Mensyukuri keberadaan seorang ibu yang biasa aku panggil dengan sebutan mama itu.
Mama.. bukan tipikal seorang ibu yang bisa berkata lembut pada anaknya. Bukan tipikal seorang ibu yang bangun terlalu pagi demi menyiapkan sarapan khusus untuk anak-anak dan suaminya, ataupun menyiapkan bekal lauk-pauk disebuah kotak makanan seperti seorang ibu kebanyakan. Ia juga bukan tipikal seorang ibu yang menyambutku dengan hangat setiap aku pulang ke rumah. Bukan pula tipikal seorang ibu yang rajin menanyakan keadaanku atau perasaanku. Atau mungkin memintaku untuk menceritakan masalah-masalahku padanya agar aku bisa merasa lebih baik.
Mamaku bukanlah sosok seorang ibu yang sempurna bagi standarisasi kebanyakan orang.
Mama punya khas nada suaranya yang tinggi saat berbicara. Membuat kebanyakan orang salah memahami maksudnya atau niat baik yang terkandung dari tiap-tiap perkataannya. Pun, aku yang dulu.
Dulu sekali. Aku tau ada yang berbeda antara mamaku dengan ibu-ibu lainnya. Aku tau ada yang salah saat aku memperhatikan sekitarku dan mendapati aku sendirian sementara kebanyakan anak-anak lainnya akan berangkat dan pulang sekolah didampingi oleh sosok seorang ibu. Aku tau ada yang berbeda saat mendapati situasi dimana teman-temanku bisa menangis sepuasnya dan mengadu pada masing-masing ibunya. Kemudian ibunya—bak pahlawan—akan mati-matian membela anaknya. Sementara aku, hanya bisa mencari sebanyak-banyaknya teman untuk menjadi tameng pelindung dikala aku sedang bermasalah dengan anak-anak lainnya. Aku tau mamaku berbeda. Dan aku tidak menyukai keadaan itu.
Aku yang dulu.. sama sekali belum mengetahui apapun tentang betapa sebenarnya.. mamaku adalah ibu terbaik diduniaku sendiri.
Dan malam ini.. saat aku menyadari keberadaan titik dewasaku.. aku pun menyadari betapa hebatnya mama. Dengan perjuangannya dan kecintaannya pada anak-anaknya. Tentang kesabarannya menghadapi berbagai macam masalah yang ia tanggung sendiri demi anak-anaknya yang tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa ia adalah ibu terbaik—disaat pada kenyataannya, dia adalah yang terbaik. Tentang kehebatannya dan kuatnya hati serta tekadnya dalam memperjuangkan masa depan anak-anaknya yang malah urung untuk memperjuangkan kehidupannya sendiri.
Aku pernah.. dan ingat dengan jelas.. bahwa aku pernah melakukan dosa itu. Saat tak pelak aku runtut semua kegagalannya sebagai seorang ibu. Saat hilangnya maluku dan besarnya kepalaku, menganggap semua nilaiku untuk mama adalah kebenaran. Bahwa ia memang telah gagal menghadapiku.
Dan teruntuk, mama.
Ma.. akulah yang selalu gagal menghadapimu. Akulah yang gagal sebagai anakmu. Dan baru malam ini aku mengaku. Bahwa aku menyesal tidak membahagiakanmu lebih awal. Bahwa aku menyesal tidak mengakuimu sebagai satu-satunya orang yang paling berjasa dalam hidupku.
Ma.. jika aku pernah mengaku bahwa aku bisa menjadi diriku sendiri hanya jika bersama dengan sahabat-sahabatku.. hal yang sebenarnya paling penting adalah bahwa aku.. menjadi seorang aku hari ini.. berkatmu.
Maaf karena terlalu sering membuatmu menangis diam-diam dalam sujudmu. Maaf karena selama 19 tahun mama memberikan semua yang mama punya untuk seorang anak yang seperti aku, dan aku belum pernah sedikitpun bisa benar-benar membalas jasamu. Maaf karena selalu gagal membuatmu bahagia dengan tulus. Dan membuatmu bersyukur karena telah mempunyai anak seorang aku.
Maaf karena selama ini sudah terlalu sering menyalahkanmu atas kegagalan-kegagalan hidup yang aku dapatkan. Yang sebenarnya hasil dari ulahku sendiri. Maaf, ma.

Maaf karena telah menjadi anakmu yang gagal.