Rabu, 20 Januari 2016

Dosaku

Setelah sekian lama hidup dan menemukan perasaan-perasaan baru tentang hidup, akhirnya aku tahu bahwa—dirundung keegoisan—manusia bisa melakukan banyak hal dan mengambil keputusan yang sangat salah. Pun, tentang kisah kita.
Aku tahu, jika aku mencoba untuk menjelaskan kembali apa yang sebenarnya terjadi selama tujuh tahun belakangan semenjak aku memutuskan untuk meninggalkanmu, kamu akan menganggapku tengah membela diri. Mencoba mengembalikan kesanku yang dulu selalu kamu katakan dengan tulus. Bahwa aku adalah orang yang baik hati, karena itulah kamu merasa nyaman dan mencoba mengubah haluan hubungan yang terjalin di antara kita.
Tapi, aku tidak punya motif lain yang aku sembunyikan dari tiap-tiap perkataan ini. Aku, hanya merasa bersalah padamu. Karena telah membuatmu menjadi korban dari keegoisanku atas sifat baikku.
Kamu harus tahu, bahwa tidak pernah sekalipun aku ingin menyakitimu. Karena kamu adalah laki-laki paling baik hati, paling tulus, dan paling tidak dapat membuatku pergi.
Tapi kala itu, aku hanya berfikir dari sisi yang salah dan seenaknya memutuskan untuk pergi. Dengan dalih “demi kamu”.
Usahaku untuk menjadi lebih baik dan untuk mencari jalan terbaik dari permasalahan kala itu.. hanya membawa kita menuju cerita yang seperti ini. Yang membuatmu meringis sakit hanya dengan mengingat namaku.
Maaf.
Aku hanya tidak ingin kehilangan kamu dan dia.
Kamu tahu persis seberapa pentingnya arti persahabatan bagiku. Kamu tahu persis sebagaimana sahabat-sahabatku dapat dengan mudahnya membuat hidupku lebih berwarna dan lebih bahagia. Sehingga membuat aku menjadi aku sampai hari ini. Pun, tentang dia.
Dan seandainya kamu merenungkan lebih keras, cerita yang terjadi antara kita itu.. juga berkat dia. Dia membawaku dengan ceria. Padamu. Membuat kita bersalaman dan saling menyebutkan nama. Memberi kita ruang dan waktu untuk membuat kenangan baru.
Dan aku tidak bisa hanya menutup mataku. Aku seseorang yang tidak bisa hanya berpura-pura melupakan kebaikan hati seseorang yang sangat tulus.
Tapi aku, cukup jahat dengan tidak menyadari perasaannya. Dan kamu pun tahu, bahwa ia tulus menyayangimu. Lebih dulu dan jauh lebih lama dariku. Dia pun sering diam-diam menjagamu, membantumu, berusaha memberikan yang terbaik untukmu.
Aku hanya tidak bisa diam begitu saja melihat kebaikan orang lain, dibalas dengan keadaan seperti itu, dan itu semua terjadi hanya karena seorang aku. Seseorang yang sejatinya tidak benar-benar pantas untukmu.
Malam itu—hari ini aku mengaku—aku sempat berfikir berulang kali sebelum akhirnya menghadapimu. Saat aku ingin bertahan, aku kembali teringat bahwa aku selalu saja harus membuatmu bersabar menghadapi sikapku yang terkadang menyebalkan. Sedangkan dia, dialah yang selalu bertahan dan bersabar menghadapi sikapmu yang terkadang acuh padanya. Aku hanya berfikir, bahwa jika aku mempertahankan “kita”, itu sangat tidak adil baginya. Jadi, keputusanku menjadi seperti itu.
Tanpa pernah benar-benar aku bercerita.. sejujurnya pagi itu, tanganku gemetar menggenggam ponsel dan menekan satu demi satu huruf tak bertanggung jawab yang selanjutnya membuat hatimu sakit sekian lama. Hingga tujuh tahun lamanya kamu berusaha untuk tetap membenciku.
Ya, aku berusaha untuk memecahkan kata “kita” yang kamu perjuangkan mati-matian. Seolah tidak menghargai usahamu.
Aku mengingat jelas perasaanku yang mengawang-awang saat beberapa menit setelah pesanku terkirim, ponselku berbunyi dan memperlihatkan namamu terpampang dilayarnya sebagai pemanggil. Aku pun masih ingat ragunya jariku menari di atas keypad ponsel sebelum akhirnya menekan dengan ragu tombol angkat.
“kita putus.” kataku, tanpa tedeng aling-aling. Memberimu jeda untuk mencerna kalimatku yang sangat tiba-tiba itu.
Kemudian, aku mendengar helaan nafasmu yang kecewa dengan perkataan kejamku diwaktu sepagi itu.
“Ge..”
“kita putus, Gas.”
Kamu kembali diam. Dan dengan gemetar, aku kembali mengulang perkataanku. Mati-matian menekankan nada tegas dalam suaraku yang sebenarnya parau bukan main.
“maaf, Gas. Kita putus.”
Dan tanpa menunggu jawabanmu lagi, aku memutuskan hubungan.
Kamu tak pernah tahu, bahwa kejadian itu banyak mendominasi mimpi burukku. Dirundung rasa bersalahku, aku berharap kamu akan kembali menghubungiku dan meminta penjelasanku.
Tapi, apa?
Maaf jika terdengar seperti menyalahkanmu. Tapi, seandainya saja, setelah itu kamu memintaku untuk kembali, aku pasti akan kembali.
Aku, dirundung egoku, menunggu kamu untuk memintaku kembali.
Tapi, hari itu, tak seperti kamu yang biasanya.. kamu malah tidak berusaha bertahan. Kamu tidak bisa lagi bertahan atas keegoisanku. Aku tahu, sepertinya aku telah lewat dari batas yang kamu ciptakan. Dan kamu memutuskan untuk tidak mencobanya lagi. Seakan menghukumku agar kembali mengingat kesabaranmu selama ini yang kamu berikan hanya untuk seorang aku.
Lalu akhirnya aku tahu persis alasanmu. Alasan dari lelahmu yang memuncak. Bahwa ada masalah lain dalam hidupmu yang benar-benar membuatmu jatuh. Dan aku malah menambah masalah itu.
Itu dosaku.
Maaf. Atas apa yang telah aku lakukan padamu tujuh tahun yang lalu. Dan maaf. Atas ungkapanku hari ini tentang apa yang telah terjadi selama tujuh tahun belakangan sejak kamu memutuskan untuk pergi.
Aku hanya ingin membuatmu tahu. Dan setidaknya membuatmu sedikit menghilangkan kebencianmu pada nama ini.
Maaf karena tetap membela diriku seperti ini.
Tapi, hari ini aku tidak lagi mengais kamu untuk kembali. Akhirnya aku menyadari bahwa laki-laki sebaik kamu.. memang tidak pantas untukku. Dan perempuan egois seperti aku.. tidak pantas untukmu. Tuhan Maha Adil. Mungkin itulah alasan dibalik peristiwa itu.
Fagas, aku hanya berharap Dia memberikan yang terbaik untukmu. Memberikan orang yang benar-benar pantas untukmu, perempuan yang benar-benar bisa menjaga hatimu.
Terima kasih atas kebaikan hatimu dulu dan maaf atas keegoisanku dulu.

Jumat, 08 Januari 2016

The Man Who Can't Be Moved - The Script

going back to the corner where I first saw you.
gonna camp in my sleeping bag I'm not gonna move.
kembali ke sudut jalan itu, dimana aku pertama kali melihatmu.
aku merapatkan kantung tidurku, bertekad untuk tidak akan pindah.

got some words on a cardboard, got your picture in my hand.
saying, "if you see this girl can you tell her where I am?"
kutuliskan kalimat dipapan tulis, sambil menggenggam fotomu ditanganku.
bertuliskan, "jika kamu melihat gadis ini, bisakah kau katakan padanya dimana aku?"

some try to hand me money, they don't understand.
I'm not broke- I'm just a broken hearted man.
beberapa orang malah memberiku uang. mereka tidak mengerti.
aku bukanlah seseorang yang bangkrut- aku hanya seseorang yang patah hati.

I know it makes no sense but what else I can do?
how can I move on when I'm still in love with you?
aku tau ini tidak masuk akal. tapi, apa lagi yang bisa kulakukan?
bagaimana bisa aku melupakanmu ketika aku masih mencintaimu?

'cause if one day you wake up and find that you're missing me,
and your heart starts to wonder where on this earth I could be,
thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet,
and you'll see me waiting for you on the corner of the street.
karena jika suatu hari kamu terbangun dan menyadari bahwa kamu merindukanku,
dan hatimu mulai bertanya-tanya dimanakah keberadaanku,
kufikir, mungkin kamu akan kembali kesini, ketempat pertama kali kita bertemu.
dan kamu akan melihatku menunggumu, disudut jalan. 

So I’m not moving, I’m not moving.
Maka aku tidak akan pergi, aku tidak akan pergi.

Policeman says, “son, you can’t stay here.”
I said, “there’s someone I’m waiting for if it’s a day, a month, a year…”
Seorang polisi berkata, “nak, kau tidak boleh tinggal disini.”
Aku bilang, “ada seseorang yang aku tunggu. Entah sehari, sebulan, setahun…”

“…gotta stand my ground even if it rains or snows…”
“…if she changes her mind, this is the first place she will go.”
“…aku tidak akan pergi walaupun hujan atau bersalju…”
“…jika dia berubah fikiran, disinilah tempat pertama yang akan ia datangi.”

People talk about the guy that’s waiting on a girl,
There are no holes in his shoes but a big holes in his world,
Orang-orang membicarakan tentang seorang pria yang menunggu seseorang,
Tidak ada lubang disepatunya. Tetapi ada lubang besar menganga dihatinya.

And maybe I’ll get famous as the man who can’t be moved.
Maybe you won’t mean to but you’ll see me on the news.
And you’ll come running to the corner
‘cause you’ll know it’s just for you…
Dan mungkin aku akan terkenal sebagai seseorang yang tidak bisa pergi.
Mungkin kamu tidak bermaksud, tapi kamu akan melihatku diberita.
Dan kamu akan datang dengan berlari kesudut jalan..
Karena kamu akan tau bahwa ini semua hanya untukmu…

I’m the man who can’t be moved.
I’m the man who can’t be moved.
Akulah pria yang tidak dapat pergi.
Akulah pria yang tidak dapat pergi.

'cause if one day you wake up and find that you're missing me,
and your heart starts to wonder where on this earth I could be,
thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet,
and you'll see me waiting for you on the corner of the street.
karena jika suatu hari kamu terbangun dan menyadari bahwa kamu merindukanku,
dan hatimu mulai bertanya-tanya dimanakah keberadaanku,
kufikir, mungkin kamu akan kembali kesini, ketempat pertama kali kita bertemu.
dan kamu akan melihatku menunggumu, disudut jalan. 

So I’m not moving, I’m not moving.
Maka aku tidak akan pergi, aku tidak akan pergi.

Rabu, 06 Januari 2016

Aku Yang Ciptakan

Manisnya cinta yang dulu itu..
Bagaimana caramu melupakan rasanya?
Aku selalu penasaran.
Padahal, bagiku, melupakan satu kali saja kejadian waktu kita bersama adalah suatu ketidakmungkinan..
Tapi bagimu, melupakan semua kenangan tentang kita, pasti semudah mengedipkan mata..

Jadi, akan aku jabarkan bagian mana yang tak bisa aku lupakan.

Bagian itu adalah saat dimana, kali pertama kamu mengatakannya..
entah bagaimana awalnya.. tapi sekarang, gue rasa, gue suka sama lo.
Itu penegasan dan pernyataan terindah sepanjang hidupku.
Karena, saat itu, aku punya rasa yang sama.

Tapi, kamu lupa.

Bagian lain, adalah saat sekali kamu membuat kesalahan.
Kupikir, mengingat sikap kekanakanmu dan kecuekanmu selama mengenalmu, kamu akan masa bodoh dan hanya sekali meminta maaf..
Tapi ternyata..
Tak terhitung jumlahnya kata maaf itu.
Manisnya sikapmu waktu itu, itulah bagian dimana aku bahagia karena bisa tau sikapmu yang tak biasanya..
Cuma ke kamu aku bisa bersikap begitu, begitu katamu.
Itu rahasia kita, bukan?

Dan, lagi, kamu lupa.

Selanjutnya, adalah saat akhirnya beberapa kali kamu menyaksikan langsung kekurangan demi kekuranganku.
Banyak kemungkinan terlintas di benakku waktu itu.
Mungkin kamu pergi,
Mungkin juga kamu tidak bisa menerima aku yang seperti itu,
Kamu tidak menerimaku apa adanya..
Dan banyak lagi pikiran-pikiran jelek..

Tapi, aku salah.

Kamu hanya tertawa kecil melihatku..
Selesai tertawa, kamu mengulum senyum tipis khasmu dan berkata dengan lembut,
tapi itu bukan kekurangan. Itu kelebihan.

Dan saat itu, aku akhirnya menyadari..
Bahwa kamu tak hanya baik hati, manis, lembut, dan terkadang lugu..
Kamupun bisa bersikap dewasa..
Dan mengerti..

Dari sanapun, tak ada satupun hal tentangmu yang bisa aku keluhkan..

Lalu, ada lagi saat dimana..
Kamu bernyanyi dihadapanku dengan malu-malu..

aku ingin menjadi sesuatu.. yang selalu bisa kau rindu..

Dan tidak sempat kamu benar-benar tau.
Juga, tanpa pernah benar-benar aku ungkapkan padamu,
Ya.
Kalimat dari lagu itu, kini persis terjadi padaku.

Aku memang jadi selalu merindukanmu..
Dan tak pernah bisa menghapusmu dari ingatanku..
Sedetik pun.

Sekarang, percayakah?
Aku tak pernah bisa melupakan tiap kejadian kecil tentang kita..
Karena bagiku,
semua tentang kamu,
Adalah semua tentang diriku.

Tapi,
Tentang aku untukmu..
Hanya seonggok coretan kenangan tanpa makna..
Tak berbekas, dan kamu buang..
Kamu benci,
Kamu lupakan..

Dan aku tak berdaya. Tidak dapat melakukan apapun untuk mengubah kenyataan itu.
Karena alur cerita yang berubah itu..
Aku juga yang ciptakan.

Minggu, 13 Desember 2015

Awal Bertemu Infinite

Hai pembaca yang budiman, yang setia mantengin kalimat demi kalimat aku sampai kalimat ini. Hehe.. lavya all :)
Sebagai sesama manusia yang baik, aku mau ngasih tau dulu sebelumnya. Bahwa aku.. sayang kalian semua. Jadi, kalau ada dari kalian yang merasa dirinya atau hidupnya nggak berharga, jangan pernah berfikir begitu lagi! Aku sayang kalian semua!
Let’s continue to spread love like this ;)
Btw, udah cukup lama aku berhenti nulis. Bukan karena nggak ada ide atau udah nggak tertarik lagi sama dunia ini. Bukan.
Tapi, karena aku udah mulai sibuk banget selayaknya seorang anak teknik TT_TT *yang teknik pasti paham perasaan ini huhu
Banyak banget kejadian yang aku hadapi silih berganti yang mauu banget aku tuangin ke dalam bentuk tulisan. Terus, aku posting diblog ku biar seluruh dunia tau dan merasakan penderitaanku (?) *mulailebay
Beberapa minggu yang lalu atau hampir sebulan yang lalu, tepatnya tanggal 15 November 2015, infinite ngadain konser world tour mereka di Jakarta. Jakarta guys. JAKARTA. Tolong diingat ya, Jakarta. Kenapa dengan Jakarta? Ya, Jakarta itu kota tempat aku tinggal. Dari aku lahir sampai aku sebesar ini. Bahkan Jakarta itu kampung halaman tercintaku—betawi broh—yang nggak pernah bisa bikin aku beranjak pergi walaupun kotanya udah parah banget banget. Penuh polusi, kemacetan, kebanjiran, dll. Yang kalian taulah ya gimana kondisinya Jakarta sekarang.
Nah, lantas kenapa?
Pasalnya, AKU NGGAK BISA DATENG KE KONSER MEREKA, GUYS! Buruk banget. Aku galau maksimal. Kenapa aku terlambat suka sama mereka? Kenapaaa? Kenapa aku orang paling nggak hemat sedunia? Kenapa dulu aku.. hhh.. kenapa? Hhh.. sudahlah.
Itu pahit banget. Apalagi setiap secara nggak sengaja aku lihat video atau foto fancam. Foto mereka yang gantengnya maksimal. Sunggyu, dongwoo, woohyun, hoya, sungyeol, L, sungjong. Why, guys? Why??
Deket-deket konser sebenarnya aku terombang-ambing lantaran uangnya hampir cukup buat konser. Tapi, baru bakal cukup pas hari H. sedangkan itu baru rencana baiknya. Jadi, kalau mulus, aku bisa ikut konser. Aku nggak menghitung kemungkinan dimana mendadak ada pengeluaran, atau tiba-tiba mamaku nggak mood ngasih uang. (soalnya doi beberapa kali kayak gitu)
Nah, H-2 aku mulai berusaha menerima kenyataan dengan lapang dada :’) bahwa kayaknya tahun ini rencanaku ikut konser mereka bakal gagal. Padahal tiketnya nggak mahal, lho. Cuma 900an. Tapi itu yang paling murah sih. Tapi, ya, nggak sebanding aja sama ketemu infinite 4d. asli. Bukan Cuma dilayar hasil download youtube secara illegal wkwk.. sedih ah.
Okay, lupakan soal INFINITE EFFECT yang bala itu.
Aku pengen cerita bagaimana awalnya aku bisa ketemu infinite dan jatuh cinta sama mereka. Aku tertarik untuk membahas ini karena kemarin secara nggak sengaja aku nemu artikel sekumpulan cerita inspirit INA tentang bagaimana awalnya mereka ketemu infinite. Dan banyak cerita unik dan menarik. Walau dengan bahasa-bahasa abg labil gitu sih ya, jadi agak gimanaa gitu bacanya. *peace. Ailapyu<3
Nah.. hampir dua tahun yang lalu, aku mulai menjejakkan kakiku dikampusku tersayang, Gunadarma University dan ketemu lagi dengan wajah-wajah baru dari berbagai latar belakang dan keunikannya masing-masing. Hari kesekian diawal masa perkuliahan semester satu, aku ketemu seorang teman yang banyaak banget menginspirasi aku. Nggak cuma soal korea yaa (soalnya doi seorang fangirl handal) tapi juga soal dunia arsitektur, sikap, sifat, dll. Banyak deh cara dia hidup yang bikin aku terinspirasi. Haha..
Nah.. temanku ini sukaaa banget cerita tentang korea. Khususnya boyband. Dia suka banget sama BTS. Mungkin ada diantara kalian yang nggak tau BTS? Nah aku kasih tau kalau BTS itu boyband yang masih lumayan fresh yang keren banget, lagunya sama dancenya keren, dan singkatan dari Bangtan Boys *maaf ya kalau salah
Dan aku sama sekali nggak tertarik karena nggak ada satupun mukanya yang menurutku enak banget diliat *maaf, army. Tapi sekarang aku sadar kalau Jin Jungkook dan Taehyung manis banget kok^^
Tapi obrolan kita cukup nyambung karena aku suka banget sama drama-drama korea. Dan saat itu, aku nonton Pinocchio dan cinta banget sama jongsuk *-* ganteng sih emang ya Allah surga dunia banget kalo mandangin wajah doi. Kalem-kalem imut ganteng gitu XD
Selanjutnya aku jadi sering streaming youtube dan nonton hampir semua video jongsuk. Bahkan yang nggak penting gitu semacam fanmade video pun aku pantengin hampir semuanya. Aku tonton satu persatu tiap laman sampai mungkin ke berapa puluh. Dan dari situlah awal mulai aku bisa menemukan sebuah variety show kocak berjudul Running Man XD *jajaaaang!
Jadi, aku nemu video cut salah satu episode dimana jongsuk muncul sebagai bintang tamu. Aku liat doi yang kalem dan yang divideo lain biasanya disayang-sayang, diteriakin, dipuja bak pangeran internasional gitu, nah di variety show koplak satu itu, jongsuk malah dibully. Bahkan ada adegan dimana jongsuk didorong-dorong sampe nyebur ke kolam gitu. Kan aku lantas penasaran, ya.
Selanjutnya, aku malah streaming banyak banget episode running man. Dan mulai menikmati variety show favorit itu. Aku bahkan sempet suka banget sama Monday couple lho gaes hehe..
Singkatnya, aku cerita-cerita lagi sama temenku yang diawal tadi itu. Dan ternyata doi punya sekitaran 200 episode running man! Sontak aja aku bilang “MAU NGGIT!!!” dengan heboh ala-ala Mufidah. Dan temenku itupun janji akan ngasih semuanya.
Singkatnya lagi, akhirnya aku dapet 200 episode running man lengkap. Dan sejak itu, hampir tiap hari aku nyicil nonton running man episode demi episode. Terutama episode yang ada jongsuknya sama ada yonghwanya.
Nah, ke yonghwa. Mungkin ada diantara kalian yang nggak kenal siapa itu yonghwa. Yonghwa atau lengkapnya Jung Yonghwa adalah leader band grup korea bernama CN Blue. Super ganteng dan aku suka doi karena nonton dramanya yang Heartstring. Terus streaming youtube dan nemu variety show dia yang we got married sebagai suami Seohyun SNSD. Dan aku salah satu yongseo couple-stan duluuu.. hehe XD
Dan dari Yonghwa lah.. akhirnya aku ketemu salah satu episode paling greget yang pernah aku tonton. Di episode tersebut, bukan yonghwa yang jadi center view-ku, melainkan satu makhluk bersinar luar biasa yang kece baday dan.. ya aku hampir bingung aja ini makhluk beneran manusia atau titisan sang Illahi yang ditujukan untuk mencerahkan duniaku *maap banget alay
Dialah, Kim Myungsoo atau yang biasa disapa L INFINITE *jajaaang!
Yap.. aku bertemu dengan infinite lewat takdir yang luar biasa rumit itu. Rumit, tapi indah. Karena aku inget betul fresh-nya perasaan aku yang dulu pas pertama kali cinta mati sama myung. Sejujurnya aku sampe lupa total sama jongsuk.
Dan persis sama kayak jongsuk, akupun streaming youtube semua tentang myung. Dan berakhir pada variety show infinite yang berjudul sesame player. Variety show paling gokil yang mengenalkan aku pada dunia kekonyolan, kenakalan, aib, sekaligus eratnya persaudaraan antar member infinite yang bikin aku akhirnya jatuh cinta sama SEMUA MEMBERNYA. SEMUA.
Yepp. Aku mengaku dengan bangga sekarang. Bahwa aku, NGGAK PUNYA SATU ULTIMATE BIAS di infinite. AKU PUNYA TUJUH. :’)
Selanjutnya aku kembali curhat ketemenku dan ternyata doi punya semua variety show infinite dari mulai YAMO, Sesame Player, Ranking King, This is INFINITE, bahkan divariety show lain semacam weekly idol dan beatles code. Dan aku kembali inget. Perasaan jatuh cinta berulang kali pas aku nonton episode demi episode semua variety show mereka. Dan perasaan itu masih fresh banget. Aku masih baru mengenal sisi lucu mereka dan sisi eratnya persahabatan mereka.
Sekarang.. udah hampir setahun aku jatuh cinta sama infinite. Dan aku udah jatuh cinta sama hampir semua sisi mereka. Dari kekonyolan mereka, kebaikan hati mereka, masa lalu mereka, jatuh bangun mereka, bahkan sampai aku bisa paham, bisa menilai, dan menemukan sisi gelap mereka cuma lewat mikro ekspresi mereka dibeberapa video mereka. Bukan sisi gelap semacam jahat-jahat ya. Maksudku.. sisi lelahnya mereka. Sisi dimana mereka kelihatan benar-benar seorang manusia biasa yang juga bisa marah dan kecewa sama keadaan. Aku udah lihat semuanya. Dan dengan bangga aku bilang, AKU MAKIN MENCINTAI INFINITE :’)
Btw gaes, infinite sekarang tengah mengikuti program variety show terbaru bernama infinite showtime. Dan baru beberapa jam yang lalu aku nonton episode pertama mereka. Dan you know what? Apa yang aku pikirkan salah banget. Aku pikir, akan ada tawa-tawa dan kekonyolan lagi. Tapi yang aku dapetin malah sisi jujur mereka yang bikin aku nangis bombay. Tau kan nangis bombay? Oke, kalo nggak tau, nangis bombay itu maksudnya nangis sesugukan sampai ada suaranya gitu “huhuhu..”
Dan begitulah aku tadi pas nonton infinite showtime episode satu TT_TT
Agak menjauhnya hubungan mereka karena banyak masalah. Woohyun yang jatuh sakit dan sempat musuhan sama sunggyu beberapa waktu lalu—yang tadinya fans nggak paham kejelasannya—saat nonton showtime aku jadi dapat gambaran apa yang sebenernya terjadi pada mereka. Terus perihal cideranya hoya, hoya yang hatinya paling lembut dan sensitif itu harus menghadapi kenyataan bahwa dia nggak bisa dance saat live perform mereka.. dan aku tau cideranya itu pasti jadi ujian berat buat hoya yang selalu tekun saat bicara soal impiannya menjadi seorang dancer. Terus juga perihal saling tertutupnya masing-masing mereka kini.. aku lantas nangis karena selama ini aku cuma bisa mereka hibur. Aku cuma bisa mereka semangatin. Tanpa bisa menghibur dan menyemangati mereka balik :’)
Yaudah, gitu aja deh cerita aku. Semoga kalian jadi tertarik nonton infinite showtime. Karena, beneran deh, menarik banget! :’)

Udah dulu yaa.. aku baru inget bahwa besok aku ada jam UTS pagi =_= Malam inspirit ^^ bye~

Damai Itu

Sekali ini saya mencoba membuka mata dan menghadapi hal buruk yang paling saya benci dalam hidup.
Yakni, kebiasaan merasa paling benar dengan cara penyampaian pembenaran paling salah.
Sebelumnya akan saya katakan, bahwa jika saya membenci sikap seperti itu, bukan berarti saya bersih dari perbuatan semacam itu. Saya pun pernah jatuh dan melakukan kesalahan. Sama seperti kebanyakan manusia. Namun, belakangan saya berusaha keras untuk menahan diri dan menutup mata dari luapan emosi kalimat demi kalimat yang mudah sekali tertuang didunia maya. Dan perlahan beranjak kedunia nyata.
Sikap itu selalu.. menjadi salah satu api kecil yang dapat membuat hati terbakar. Dan akhirnya, terjadilah ajang saling membenci dan memusuhi.
Saya bukan sang maha benar. Bukan pula sang maha pintar.
Saya hanya.. mengharapkan pola pikir saya yang saya tuangkan tepat didepan pandangan anda ini—manusia istimewa yang Tuhan pilih untuk menginjakkan kaki didunia ini—dapat membuat anda sejenak berfikir dan memanjakan hati anda. Membersihkan noda kebenciannya, dan membuatnya kembali berkilau.
Mari sejenak merenungi kembali hati kita. Yang didalamnya masih ada kasih sayang yang semestinya dicurahkan kepada orang sekitar. Lihatlah dia, ingatlah kembali perbuatan baiknya itu—sekecil apapun—yang pernah membuat anda bahagia. Dia mungkin pernah memberikan senyuman sekilas kepada anda yang tanpa sadar sempat membuat hati anda menghangat dan membuat anda ikut tersenyum. Hey, itu perbuatan baik kecil yang bermakna besar! Anda harus tau bahwa senyum adalah obat sakit hati paling mujarab. Walau senyum terpaksa sekalipun.
Ingat lagi?
Nah, berusahalah mengingat lagi. Karena, tidak ada manusia yang benar-benar hanya pernah melakukan perbuatan buruk didunia ini sebagaimana tidak ada manusia yang benar-benar hanya pernah melakukan perbuatan baik didunia ini.
Saya hanya ingin menyebarkan pada dunia.. bahwa tidak akan pernah ada hal baik yang datang dari kesombongan. Walaupun atas dasar ilmu yang kita punya. Jika anda merasa benar, tahanlah dulu pendapat anda. Tarik dan hembuskan dulu nafas anda secara perlahan. Lalu, sampaikanlah dengan pilihan kata terbaik yang anda bisa, dengan disertai senyuman termanis yang anda punya.
Ya, malam ini saya mengharapkan ada secercah damai yang melingkupi hati segelintir manusia yang Tuhan takdirkan membaca beberapa kalimat ini. Dan ada kasih sayang baru lagi yang bisa disebarkan didunia yang indah ini.

#PrayForTheWorld #KeepSpreadingLove #Peace :)

Kisah Yang Sama

Malam ini.. lagi.
Telak aku umbar kembali suatu kisah yang mungkin akan muak untuk kamu dengarkan. Karena apapun perihal impianku, belum pernah dan mungkin tidak akan pernah bisa berubah untuk satu abjad pun.
Hujan sore ini membawaku kembali pada desir-desir pintaku yang dulu. Yang belum juga Tuhan beri tanda-tanda akan terjadi. Yang masih juga aku tunggu detik terjadinya.
Jika kamu katakan aku mungkin lelah, itu bukanlah kemungkinan. Itu kenyataan. Hidup yang aku dapatkan, hingga detik ini tidak ada yang sesuai dengan inginku dulu. Lantas, bagaimana mungkin, aku sebagai manusia biasa yang lemah ini, bisa tetap teguh berdiri dan berkata bahwa semuanya benar baik-baik saja? Kamu tau, aku tidak sehebat itu.
Aku pun mengaku. Khusus untuk waktu gulita saat ini. Saat rumahku sedikit menggelap dan semua manusia kesayanganku—keluargaku—tengah terlelap. Aku mengaku. Aku lelah dengan asa yang sama, dan yang tak kunjung menjadi nyata itu.
Tapi seberapapun lelahnya aku, dan memuncaknya perasaan muakku, aku tidak bisa membenci dan membuang begitu saja harapan itu. Impian ini sudah menjadi bagian dari aku. Dari namaku. Yang tidak akan semudah itu aku lepas.
Lihat? Aku tau persis akan bagaimana reaksimu kembali menghadapi kerumitan hati satu buah nama saja. Bagaimana mudahnya hati berubah. Dan sulitnya cerita untuk mengarah pada skenario yang kita inginkan.
Makanya, aku tidak menyayangkan jika kamu pergi. Tepat setelah mendengar lagi kisah ini. Karena keputusan yang kita buat, sudah berbeda. Maaf karena aku mempertahankan impian ini. Maaf karena harus membuatmu mendengar kisah yang sama lagi. Malam ini.


Teruntuk sahabat yang sudah lelah menghadapi seorang aku.

Kamis, 26 November 2015

lirik BAD - INFINITE

[sungkyu] betting on you
betting on you

[sungkyu] dasi chagawojin nunbit nalkaroun ni hyeokkeutci
[dongwoo] nal pagodeureo jebal meomcwojwo
[sungyeol] deoneun gyeondeul su eobseo
[hoya] nal gajin geotcheoreom dagawa nal gamssa anneun neo
[sungjong] neon machi kkumin deusi geudaero sarajyeo
[L] daheul saedo eobsi nege sarojabhyeo

[woohyun] nan duryeowo manggajil naega
nal heundeulgo doraseogetjiman

[sungkyu] betting on you
i’m betting on you
betting on you
[L] jeoldae geudaeron mot bonaeneo

[all] bad bad bad bet a bad bad girl
bad bad bad bet a bad bad girl
bad bad bad bet a bad bad girl
[sungkyu] eonje bwado cham natseon yeojaya
[all] bad bad bad bet a bad bad girl
bad bad bad bet a bad bad girl
bad bad bad bet a bad bad girl
[hoya] nal haneobsi ginjangsikyeo neon

[dongwoo] iriro jeoriro neo like rollacoasta
iriro jeoriro neo so bad

[sungjong] geojitmajeo dalkomhae ibsureun gyeonggo like a red
[sungyeol] soksagyeo gwitgae
[woohyun] lose ma focus ni jumune
[sungkyu] hana dul jiwojyeo juwiga neo bakke anboyeo
[hoya] duryeobji anha nan naega majuhal naeil
[L] eoseo nal deryeoga geochim tteollim soge

[sungkyu] nan duryeowo manggajil naega
nan heundeulgo doraseol tejiman

[dongwoo] betting on you
i’m betting on you
betting on you
[hoya] jeoldae geudaeron mot bonaeneo

[all] bad bad bad bet a bad bad girl
bad bad bad bet a bad bad girl
bad bad bad bet a bad bad girl
[L] eonje bwado cham natseon yeojaya
[all] bad bad bad bet a bad bad girl
bad bad bad bet a bad bad girl
bad bad bad bet a bad bad girl
[sungjong] nal haneobsi ginjangsikyeo neon

[sungyeol] jakku eotnaga sonkeutcheul seuchyeogadeut
tto boil duet mal deut hae
[sungjong] neoran daedabi
[L] ijen doraseol su eobseo
[sungkyu] nado nal mot meomchwo
[woohyun] nege geolge

[all] bad bad bad bet a bad bad girl
bad bad bad bet a bad bad girl
bad bad bad bet a bad bad girl
[sungkyu hoya L] eonje bwado cham natseon yeojaya
[all] bad bad bad bet a bad bad girl
bad bad bad bet a bad bad girl
bad bad bad bet a bad bad girl
[sungkyu hoya] nal haneobsi ginjangsikyeo neon

[all] bad bad bad bet a bad bad girl
bad bad bad bet a bad bad girl
bad bad bad bet a bad bad girl

[all] bad bad bad bet a bad bad girl
bad bad bad bet a bad bad girl
bad bad bad bet a bad bad girl

[sungkyu] jeoldae geunyangeun mot bonae neo